Selasa, 18 Januari 2011

SEJARAH YOSHIMURA

SEBUAH KARYA BESAR LAHIR DARI SESUATU YANG KECIL

Kawasaki Ninja 250 R Yoshimura Exhaust
FOR SALE : FULL SYSTEM Kawasaki Ninja 250 R Yoshimura Exhaust Carbon FOR ONLY 8.500 K
SEJARAH YOSHIMURA
Penting untuk mengetahui sejarah apalagi yang berhubungan dengan peningkatan performa mesin, karena sebagaimana saya katakan : Tidak ada sihir dalam tuning mesin. Maka sejarah-lah yang bicara tentang kemampuan dan ketekunan seseorang.
Bapak Hideo Yoshimura telah berjuang 55 Tahun lalu, jauh sebelum Kawasaki Ninja 250 R dilahirkan, ataupun bahkan saya hehehe… :) Di jepang dia mengenyam pendidikan sebagai engineer pesawat terbang selama masa perang, berarti mungkin dia mekanik pesawat yang nge-bom Pearl Harbor tu ye :p Namun setelah perang usai, dia memiliki reputasi mengesankan dengan mendirikan bengkel motor BSA dan Thriumph. Yang membedakan dia adalah  KEMAMPUANNYA MEMODIFIKASI PART YANG SUDAH ADA UNTUK MEMBUAK EKSTRA TENAGA. Meskipun papa Yoshi sering bekerja pada pesawat, mobil, dan berbagai berbagai kendaraan bermesin, namun Motorcycle adalah cinta pertamanya. Cieee…
Dengan cepat, Papa Yoshi mengembangkan reputasi yang besar dalam membangun tenaga. Pelanggan berduyun-duyun datang ke papa untuk melihat sebuah bengkel yang mampu bersaing dan Yoshimura mampu memberikan semua. Bengkel berkembang pesat, namun papa ingin lebih.
Sudah lama papa kagum dengan balap Daytona 200 yang mempertontontak balap sejauh 200 mil (323 km) di sirkuit Daytona Speed way dan untuk berlomba didalamnya. Dengan segenap hati dia menentukan sebuah gol – menciptakan karir di USA utamanya Florida, tempat lomba Daytona 200. Awal tahun 70-an dia berhasil membuka speedshop di Los Angeles. Mendirikan bengkel penelitian dan pengembangan untuk produk Yoshimura.
Hingga kemudian tahun 76, AMA Superbike secara resmi memulai lomba dan balapan pertama sudah dapat diduga Daytona200. Inilah kesempatan emas bagi papa Yoshimura untuk ikut berlomba dan berharap dapat memenangkannya.
Jodoh mempertemukan papa Yoshi dengan pengendara muda bernama Wes Cooley, dengan gaya mengendarai yang mengagumkan. Namun sayang Kawasaki memiliki power besar namun susah dikendalikan. Dan papa Yoshimura belum memenangkan perlombaan, berada pada konstruktor nomor 4 sungguh prestasi yang bagus bagi Yoshimura pada tahun 76.
Tahun 1977 kejadian berulang di Daytona. Perjuangan terus menerus dan keringat yang dicucurkan mampu mendekatkan Yoshimura selangkah lebih dekat pada kemenangan. Yoshimura dan sang pebalap, Wes, mampu meraih podium 3 di finish.
Yoshimura mengambil keputusan besar di tahun 1978, hingga akhirnya memutuskan berpindah ke Suzuki. Dan hasilnya, Suzuki mampu melejitkan tenaga secara signifikan dan mereka memiliki rangka bangun yang kompak untuk dapat dikendalikan. Papa Yoshi tahu bahwa kompetisi sedang dalam masalah serius dengan kehadirannya, dan dia benar. Steve McLaughlin memenangkan Daytona Superbike dengan Suzuki Yoshimura GS1000.
Tahun 1979, pebalap Yoshimura Ron Pierce, Wes Coley dan Dave Emde finis 1-2-3 di Daytona. Kemenangan mengagumkan ini tidak datang dengan instan, melainkan riset dan pengembangan terus menerus bertahun-tahun.  Dan Yoshimura pernah menjadi legenda di Daytona hingga tahun 1981.
Teknik membangun mesin yang inovatif oleh Yoshimura, lebih mempercayai sentuhan tangan daripada pengembangan dengan menggunakan mesin CNC atau apapun, Etika kinerja dan Kesuksesan dalam balap membantu keberlangsungan perusahaannya. Kerja kerasnya terbayar sudah.
Papa Yoshi akhirnya pulang ke Jepang dan meletakkan batu pijakan berikutnya pada puteranya Fujio Yoshimura untuk mengambil alih Riset dan Pengembangan Yoshimura di Amerika menuju level lebih tinggi. Visi Fujio yang berpandangan jauh ke depan mempu membuat Yoshimura menjadi pemimpin dalam SENI dan ILMU PENGETAHUAN dalam teknik meningkatkan performa motorsport.
Sementara Papa Yoshi berkonsentrasi membesarkan Yoshimura di Jepang. Tahun-tahun berikutnya, papa Yoshi menikmati kesuksesannya dan pencapaiannya – namun tidak pernah hilang asa untuk terus menciptakan performa dan memenangkan balapan. Tahun 1995 papa Yoshimura wafat, namun legasi nya terus berkibar dalam sejarah balap Superbike.
Dari pengalaman di ajang balap Superbike, kini departemen riset dan pengembangan bengkel Yoshimura tiada henti memberikan karya terbaiknya untuk bisa kita nikmati. Banyak pengembangan terbaru dan teknik manufaktur terkini digunakan untuk menciptakan industri sistem pembuangan yang serius.
Yoshimura Racing Exhaust
Yoshimura Racing Exhaust
Exhaust System Manufacturing:
Yoshimura tidak hanya menciptakan pipa pembuangan terbaik di dunia, juga ribuan ke seluruh dunia. Menjaga kualitas dan standard performa pada level tinggi, menjadikannya knalpot berperforma tinggi yang eksklusif.
Banyak pekerjaan tangan dan kinerja senirupa yang terlibat dalam proses ini; mengingat semangat papa Yoshimura dalam memberikan sentuhan tangan sebanyak mungkin dalam meningkatkan performa. Knalpot ini dibangun tidak hanya demi performa namun juga irama. Bagaimana lekukan pipa pada header diukur untuk menampung gas buang dalam jumlah besar. Pipa tengah diukur hingga mampu memampatkan gas buang hingga tersalurkan pada bafel.
Dan ini bukan hanya sebuah pabrik, lihatlah ini merupakan sebuah karya seni. Bahwa sesuatu yang besar tetap dimulai dari sebuah langkah kecil pada awalnya. Semangat Yoshimura secara turun-temurun mampu menghasilkan karya terbaik  di dunia.
Naked Ninja 250 R, mantab dibuat Drag :)
Dynotest Knalpot Yoshimura pada Ninja 250 R
Dynotest Knalpot Yoshimura pada Ninja 250 R
Tenaga Standard : 27.58 HP , dengan knalpot Yoshimura secara instan menjadi :  30,37  HP, terjadi peningkatan hampir 3 HP atau  10 % peningkatan tenaga hanya dengan penggantian knalpot.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger